ABSTRAK

Diah Fahrani, 2011519014, “Pertanggungjawaban Perdata Bank Atas Kelalaian Dalam Penerapan Prinsip Kehati-hatian (Kajian Putusan No. 284/Pdt.G/2011/PN.Jak.Sel.),” Dibawah Bimbingan Liza Marina, SH, MH, Pembimbing I dan Hermansyah, SH, M.Hum, Pembimbing II, kata kunci Penerapan Prinsip Kehati-hatian, Perbuatan Melawan Hukum, 94 halaman.

Bank merupakan salah satu financial intermediary. Sebagai lembaga perantara keuangan, bank memiliki fungsi penghimpunan dana dari pihak yang memiliki kelebihan dana (surplus of funds) dan menyalurkan kepihak yang memerlukan dana (lack of funds).  Dalam hal perhimpunan dana masyarakat, kepercayaan masyarakat untuk menyimpan dananya pada bank merupakan modal utama bagi bank. Salah satunya adalah Deposito (kontrak simpanan dalam jangka waktu tertentu). Untuk menjaga kepercayaan nasabah, bank dalam menjalankan usahanya wajib menerapkan prinsip kehati-hatian. Didalam perkembangan kasus kejahatan perbankan di Indonesia bukan hanya soal penipuan (fraud), tetapi lemahnya pengawasan internal control bank terhadap sumber daya manusia juga menjadi titik celah kejahatan perbankan. Salah satunya adalah konspirasi kecurangan investasi/deposito senilai Rp111 miliar untuk kepentingan pribadi Kepala Cabang Bank Mega Jababeka dan Direktur Keuangan PT Elnusa Tbk. Dengan rumusan masalah: 1.      Bagaimanakah penerapan Prinsip Kehati-hatian di Bank Mega KCP Bekasi Jababeka sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap nasabah? 2.Bagaimanakah pertanggungjawaban perdata Bank Mega KCP Bekasi Jababeka atas kerugian nasabah sebagai akibat adanya kelalaian terhadap penerapan Prinsip Kehati-hatian tersebut?. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, jenis dan sumber data yang dipakai adalah data sekunder sebagai data. Setelah melalui analisis masalah, penulis menyimpulkan bahwa 1. penerapan prinsip kehati-hatian yang mencakup manajemen risiko maupun pelaksanaan Good Corporate Governance serta internal control Bank Mega Tbk dalam menjalankan usahanya belum efektif, sehingga terjadinya perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh karyawannya. 2. Bank Mega Tbk selaku korporasi seharusnya bertanggungjawab secara perdata terhadap kerugian nasabah sebagai akibat dari lalainya penerapan prinsip kehati-hatian yang tidak dilaksanakan dengan baik oleh pengurus dalam hal ini adalah direksi sebagai organ perusahaan. Bank Mega Tbk wajib melaksanakan putusan No. 284/Pdt.G/2011/PN.Jak.Sel. Dengan demikian saran yang dapat penulis berikan adalah 1. Untuk dapat menerapkan prinsip kehati-hatian di lingkungan perusahaan dalam rangka good governance diperlukan konsistensi dan komitmen yang kuat. Dalam mengelola kegiatan perusahaan secara operasional, para direksi hendaklah berpedoman secara sungguh-sungguh (the duty of loyalty dan the duty of care), sehingga GCG dapat terimplementasikan secara optimal. 2. Hendaknya Bank Mega Tbk. melaksanakan putusan tersebut sebagai tanggungjawab perdata akibat adanya kelalaian dalam penerapan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Attachments:
Download this file (ABSTRAK DIAH FAHRANI_2011519014.pdf)ABSTRAK DIAH FAHRANI_2011519014.pdf[ ]67 Kb